Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
edwardschan6:   Followers: 0 ; Following: 0


Ini Macam-Macam Kepemimpinan


Kepemimpinan itu tergolong kedalam uni kerja sama berdasar kepada kebolehan orang itu, dan kepemimpinan itu pun di ratikan oleh getah perca pendapat intelektual diantaranya:

Dari sisi Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kesigapan atau seni mempengaruhi orang2 lain supaya mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang ini untuk membimbing orang beda dalam mencecah tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Penjelasan Kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kompetensi pribadi yang sanggup menyaruk atau menjemput orang lain untuk mengamalkan sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan mempunyai keahlian pribadi yang pas bagi status yang spesial.

Moejiono (2002) memandang kalau leadership tersebut sebenarnya guna akibat buah satu arah, karena pemuka mungkin punya kualitas-kualitas unik yang mengasingkan dirinya beserta pengikutnya. Para ahli sintesis sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership guna pemaksaan ataupun pendesakan konsekuensi secara tidak langsung serta sebagai sarana untuk mendirikan kelompok cocok dengan impian pemimpin (Moejiono, 2002).

Dari beberapa uraian diatas bisa disimpulkan kalau kepemimpnan yaitu kemampuan menawan orang berbeda, bawahan / kelompok, kesangkilan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan / keahlian pribadi dalam sudut pandangan yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan perkumpulan atau keluarga.

> Tipe- Type Kepemimpinan

Siap enam type kepemimpinan yang diakui keberadaannya secara padat.
1) Macam pemimpin Otokratis
Yaitu seorang pemimpin yang otokratis merupakan seorang penganjur yang:
• Menganggap persekutuan sebagai milik pribadi
• Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan perkumpulan
• Menganggap bawahan sebagai alat semata- mata
• Tidak target menerima tinjauan, saran, & pendapat
• Terlalu berlabuh kepada kewibawaan formalnya
• Dalam gerakan penggerakannya sering mempergunakan perbincangan yang terdapat unsur keharusan dan punitif (bersifat menghukum)

2) Jenis Militeristis
Adalah seorang panglima yang bertipe militeristis adalah seorang ketua yang mempunyai sifat- sifat:
• Acap mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya
• Sejahtera bergantung saat pangkat serta jabatan di menggerakkan bawahannya
• Gembira kepada rasam yang berlebih- lebihan
• Menuntut jurusan yang tinggi dan melempem dari kaki tangan
• Runyam menerima kritikkan dari kaki tangan
• Menggemari upacara- upacara untuk bermacam-macam acara serta keadaan

3) Tipe Paternalistis
Yaitu seorang pemimpin yang:
• Mengibaratkan bawahannya serupa manusia yang bukan dewasa
• Bersikap terlalu melindungi
• Jarang menganjurkan kesempatan mendapatkan bawahannya untuk mengambil kata putus dan inisiatif
• Rumpang memberikan saluran kepada bawahannya untuk menyiarkan daya kreasi & fantasinya.
• Sering sok maha tau

4) Type Kharismatis
Terlintas kini para pakar belum berhasil mewujudkan sebab- sebab mengapa seorang pemimpin mempunyai kharisma, yang diketahui ialah bahwa ketua yang demikian mempunyai pesona yang benar besar dan karenanya di dalam umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya super besar. Karena kurangnya saran tentang akar musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka acap dikatakan kalau pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).

5) Tipe Laissez Faire
Ialah seorang yang bersifat:
• Dalam unggul organisasi lazimnya mempunyai sikap yang permisif, dalam definisi bahwa para anggota sistem boleh saja bertindak pantas dengan keyakinan dan kata hati, asal relevansi bersama tunak terjaga dan tujuan organisai tetap terima.
• Sistem akan berproses lancar dengan sendirinya sebab para anak buah organisasi terdiri dari orang- orang yang sudah gede yang mengerti apa yang menjadi urusan organisasi, bahan yang dicapai, dan urusan yang kudu dilaksanakan oleh masing- masing anggota.
• Seorang pemimpin yang tidak terlalu sering melaksanakan intervensi di dalam kehidupan organisasional.
• Seorang pemimpin yang memiliki rol pasif & membiarkan organisasi berjalan secara sendirinya

6) Tipe Demokratis
Yaitu type yang berwatak:
• Di dalam proses penggerakkan bawahan saja bertitik menolak dari gagasan bahwa oknum adalah khalayak termulia pada dunia
• Selalu berwarung mensinkronisasikan rencana dan wujud organisasi secara kepentingan serta tujuan batang tubuh dari para bawahannya
• Senang menerima saran, opini bahkan pedoman dari bawahannya
• Terus-menerus berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses dari padanya.
• Tetap berusaha menumpukkan kerjasama serta kerja tim dalam jual beli mencapai wujud
• Berjuang mengembangkan rangking diri pribadinya sebagai pemimpin
• Karet bawahannya dilibatkan secara berperan dalam menetapkanmengukuhkan, menjadikan nasib seorang diri melalui peran sertanya pada proses pengambilan keputusan.

> TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN

1. Teori Sifat

Teori itu bertolak dari dasar pemikiran jika keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai / ciri-ciri yang dimiliki pemuka itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan kalau untuk sebagai seorang ketua yang beroperasi, sangat ditentukan oleh kesangkilan pribadi ketua. Dan kebolehan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan bervariasi sifat, budi pekerti atau personalitas di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang demi dimiliki pemuka menurut Sondang P Siagian (1994: 75-76) adalah:

- pengetahuan umum yang ukuran, daya sadar yang memuaskan, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa menempel;
- semangat inkuisitif, mencicip tepat tenggat, rasa afinitas yang utama, naluri relevansi, keteladanan, ketentuan, keberanian, perbuatan yang antisipatif, kesediaan sebagai pendengar yang baik, fungsi integratif;
- kemampuan untuk bertumbuh serta berkembang, analitik, menentukan standar prioritas, mengkhususkan yang urgen dan yang penting, spesialisasi mendidik, serta berkomunikasi dengan efektif.

Walau teori semangat memiliki berbagai kelemahan (antara lain: terlalu bersifat deskriptif, tidak terus-menerus ada signifikansi antara watak yang dianggap unggul beserta efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai skema yang sungguh kuno, akan tetapi apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung di dalamnya mengenai beraneka ragam rumusan hati, ciri ataupun perangai panglima; justru sangat diperlukan sambil kepemimpinan yang menerapkan rukun keteladanan.


2. Teori Polah

Dasar aliran teori berikut adalah kepemimpinan merupakan sikap seorang jiwa ketika melaksanakan kegiatan pengarahan suatu grup ke pedoman pencapaian urusan. Dalam hal ini, panglima mempunyai penjelasan perilaku:

a. konsiderasi & struktur inisiasi

Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan mempunyai ciri ramah tamah, rela berkonsultasi, mengangkat, membela, membena(kan), menerima usul dan mengimpikan kesejahteraan kaki tangan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di pinggir itu tersembunyi pula lagam perilaku panglima yang kian mementingkan urusan organisasi.

b. berorientasi lawan bawahan serta produksi

tindak tanduk pemimpin yang berorientasi lawan bawahan ditandai oleh penekanan pada relasi atasan-bawahan, penghargaan pribadi pemuka pada pelepasan kebutuhan anak buah serta order perbedaan tingkah laku, kemampuan & perilaku kaki tangan. Sedangkan polah pemimpin yang berorientasi dalam produksi memiliki kecenderungan testimoni pada bidang teknis tingkatan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas bersama pencapaian urusan.

Pada bingkai lain, telatah pemimpin pikir model leadership continuum pada umumnya ada 2 yaitu berorientasi kepada pemuka dan anak buah. Sedangkan berdasar pada model susunan kepemimpinan, tindak tanduk setiap ketua dapat diukur melalui dua dimensi yakni perhatiannya terhadap hasil/tugas serta terhadap bawahan/hubungan kerja.

Nazar perilaku penganjur pada hakikatnya gak dapat dilepaskan dari perkara fungsi & gaya kepemimpinan (JAF. Stoner, 1978: 442-443)

3. Sintesis Situasional

Keberhasilan seorang pemuka menurut teori situasional ditentukan oleh keistimewaan kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan pengaduan situasi kepemimpinan dan status organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan sisi waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu dari segi Sondang P. Siagian (1994: 129) merupakan

* Rupa pekerjaan serta kompleksitas urusan;
* Kerangka dan hati teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan selaku kepemimpinan;
* Norma yang dianut grup;
* Mengencangi kendali;
* Ancaman mulai luar perkumpulan;
* Unit stress;
* Iklim yang terdapat di dalam organisasi.

Efisiensi kepemimpinan seseorang ditentukan sambil kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan seperti kepemimpinannya supaya cocok dengan dan bisa memenuhi pengaduan situasi itu. Penyesuaian secara kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan sifat kepemimpinan serta perilaku tertentu karena pengaduan situasi unik. Sehubungan dengan hal ini berkembanglah model-model kepemimpinan berikut:

a. Rancangan kontinuum Otokratik-Demokratik

Gaya & perilaku kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, pun berkaitan secara fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: di hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan menjemput keputusan seorang diri, ciri kepemimpinan yang muncul ketegasan disertai perilaku yang berorientasi di dalam penyelesaian tugas. Sedangkan penganjur bergaya demokratik akan menjemput bawahannya untuk berpartisipasi. Keistimewaan kepemimpinan yang menonjol di sini adalah jadi pendengar yang baik disertai perilaku menganjurkan perhatian saat kepentingan serta kebutuhan bawahan.

b. Desain ” Korelasi Atasan-Bawahan”:

Pendapat model tersebut, efektivitas kepemimpinan seseorang terhenti pada relasi yang tercipta antara pemuka dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi telatah pemimpin yang bersangkutan.

Seorang akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila:

* Relasi atasan & bawahan dikategorikan baik;
* Tugas yang harus dikerjakan bawahan dibentuk pada unit struktur yang tinggi;
* Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.

c. contoh imitasi Model Situasional

Model berikut menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilahan gaya kepemimpinan yang jelas untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan relung hati bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan di model tersebut adalah sikap pemimpin yang berkaitan beserta tugas kepemimpinannya dan tumpuan atasan-bawahan. Menurut dimensi itu, gaya kepemimpinan yang mampu digunakan ialah

* Memberitahukan;
* Mendagangkan;
* Menjemput bawahan berperan serta;
* Melaksanakan pendelegasian.

d. Model ” Jalan- Tumpuan “

Seorang pemimpin yang efektif pikir model itu adalah panglima yang mampu menunjukkan urut-urutan yang dapat ditempuh antek. Salah satu sistem untuk menjelmakan hal ini yaitu keputusan tugas yang harus dikerjakan bawahan dan perhatian panglima kepada relevansi dan hajat bawahannya. Telatah pemimpin berselok-belok dengan hal tersebut kudu merupakan sisi motivasional bagi bawahannya.

e. Model “Pimpinan-Peran serta Bawahan”:

Perhatian superior model itu adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan mode pengambilan ketetapan. Perilaku penganjur perlu disesuaikan dengan tahap tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya.

Salah satu syarat penting untuk paradigma ini adalah adanya serangkaian suara yang harus ditaati per bawahan pada menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan pada pengambilan ketetapan. Bentuk dan tingkat peran serta antek tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan sengketa yang ingin dipecahkan menjalani proses pengambilan keputusan.

Post by edwardschan6 (2017-03-21 13:56)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2017 - postbit.com