Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
edwardschan6:   Followers: 0 ; Following: 0


Contoh Pendekatan Geografi Ekologi


Serupa uni disiplin ilmu, geografi menyimak suatu bentuk alam yang terdiri bagi bagian-bagian yang saling tersekat. Aliran daya dalam uni sistem membuahkan perubahan. Regenerasi yang berkesinambungan akan menghasilkan suatu kerangka keseimbangan koordinasi.

Suatu bentuk terdiri mulai tiga bagian berbeda, input, output dan komponen. Aku ambil aja Tv sebagai contoh. Kita bisa menonton tv tidak terlepas dari komposisi yang berproses didalam tv tersebut. Berjalannya sistem itu karena ketiga bagian di sistem tersambung bersama; sesi input yang merupakan listrik, bagian output yang berbentuk gambar serta suara, bersama bagian bagian seperti permadani, speaker, remote, dan antena. Tanpa ketiga bagian mulai sistem ini tersambung, kita tidak siap menonton tv.

Pada koordinasi yang beroperasi baik, semua komponen harus tersambung rapi. Planet Jagat yang mempunyai banyak unsur dapat dipandang sebagai orde yang bertautan dan luar biasa besar. Di dalam sistem Tanah, input merupakan energi yang datang atas Matahari & juga energi yang bersumber dari dalam Bumi, seperti tenaga tektonik. Output adalah perubahan konstan yang dapat dilihat dalam sekitar kita dalam komunitas fisik & manusia, sebagaimana panas bersama hujan.

Komposisi Bumi kadang suatu bentuk yang kompleks, sehingga cara terbaik untuk mempelajarinya beserta memahami setiap komponen komponennya dengan beraneka ragam pendekatan dalam geografi. Ini lah geografi atas sudut perembukan sistem. Perembukan ini terus mengalami kemajuan hingga tanda geografi modern. Dalam geografi modern yang dikenal secara geografi sistematis (Integrated Geography) digunakan 3 pendekatan ataupun hampiran. Ketiga pendekatan ini, yaitu interpretasi keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan renyah wilayah.

1. Pendekatan Lokasi
Dari namanya dapat ditangkap bahwa perembukan ini akan menekankan di dalam keruangan. Pendekatan ini mengacukan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perselisihan struktur, contoh, dan metode. Struktur keruangan terkait dengan elemen pereka ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan area. Sedangkan motif keruangan terkait dengan lokasi distribusi ketiga elemen itu. Distribusi / agihan keadaan geografi berikut akan membangun pola sebagaimana memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri mengenai dengan reformasi elemen pereka ruang. Pandai geografi berusaha mencari faktor-faktor yang menjadikan pola penyebaran serta cara mengubah contoh sehingga dicapai penyebaran yang lebih indah, efisien, serta wajar. Analisis suatu sengketa menggunakan persidangan ini bisa dilakukan secara pertanyaan 5W 1H sebagaimana berikut ini.
Interogasi What (apa), untuk mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi.
Perbincangan When (kapan), untuk mengerti waktu terjadinya fenomena tempat.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengerti tempat fenomena alam berlangsung.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui sumber terjadinya realitas alam.
Pertanyaan Who (siapa), untuk mengetahui subjek ataupun pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena tempat.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui prosedur terjadinya kenyataan alam.

dua. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Permufakatan ini tidak hanya menumpukan pada korelasi organisme dengan lingkungan, tapi juga dikaitkan dengan petunjuk yang ada dan juga perilaku oknum. Karena pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai 2 sisi, adalah perilaku dan fenomena lingkungan. Sisi tindak tanduk mencakup 2 aspek, ialah pengembangan gagasan dan keyakinan lingkungan. Relasi keduanya ini lah yang jadi ciri khas pendekatan ini. Mempergunakan keenam interogasi geografi, penjabaran dengan persidangan ini sedang bisa dijalani. Nah, saksama contoh pengurangan mengenai terjadinya banjir di Sinjai berikut dan engkau akan mewujudkan perbedaannya beserta pendekatan keruangan. Untuk meneliti banjir secara pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan gerakan sebagai berikut.
Identifikasi kondisi fisik yang mendorong terjadinya bencana berikut, seperti jenis tanah, topografi, dan vegetasi di zona itu.
Persepsi sikap dan perilaku warga dalam mengusahakan alam dalam lokasi ini.
Identifikasi budi daya yang tersedia kaitannya beserta alih manfaat lahan.
Mengkaji hubungan jurang budi daya & dampak yang ditimbulkannya muncul menyebabkan genangan.
rekomendasi website Menggunakan dampak analisis ini mencoba memperoleh alternatif pemecahan masalah itu.

3. Susah Wilayah

Analisis ini merujukkan pada larutan antara penjabaran keruangan serta analisis ekologi. Analisis ini menekankan takrif ”areal differentiation” yaitu memilikinya perbedaan privat tiap-tiap area. Perbedaan ini mendorong unik wilayah bisa berinteraksi beserta wilayah unik. Perkembangan lokasi yang saling berinteraksi terjadi karena ditemui permintaan & penawaran.

Tiruan analisis renyah wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan koloni. Langkah prolog, dilakukan pengertian wilayah laten di pendatang Jawa yang memenuhi persyaratan minimum, sebagaimana kesuburan tanah dan level kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Atas hasil persepsi ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan kali pendek untuk pengembangan wilayah tersebut.

Post by edwardschan6 (2017-03-02 14:45)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2018 - postbit.com